Kamis, 25 Mei 2017

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nasional, Yuliandre Darwis, P.hD, menjadi pembicara dalam seminar bertema Kepemudaan.

UNIVERSITAS BENGKULU-Ketua  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nasional, Yuliandre Darwis, P.hD, menjadi pembicara dalam  seminar bertema Kepemudaan. Seminar tersebut merupakan salah satu dari serangkaian acara Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMIKOM). Seminar berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 11.45 WIB, acara dipandu oleh Bapak Delfan Eko Putra, S.Ikom, M.Ikom selaku moderator.


Serangkaian acara telah dilaksanakan untuk memeriahkan hari jadi Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi HIMIKOM (31/3/2017). Pembukaan acara dilakukan pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung Auditorium Universitas Bengkulu oleh Ibu Dr. Lisa Adhrianti, S.Sos, M.Si, Jeri Yasprianto selaku Ketua Umum HIMIKOM dan Fahri selaku ketua panitia Dies Natalis HIMIKOM XVI.


Acara terus berlanjut hingga malam hari. Acara yang bertajuk Magical of HIMIKOM menyajikan penampilan-penampilan dari mahasiswa Ilmu Komunikasi, tamu undangan dan beberapa ormawa dari FISIP UNIB. Puncak acara dimeriahkan dengan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun secara bersama-sama sambil menyalakan lampu handphone  seluruh hadirin yang hadir dan meniupkan kue ulang tahun. Dilanjutkan dengan memotong kue dan saling suap antara ketua umum HIMIKOM terdahulu dan ketua umum HIMIKOM periode 2017.

Fajri Radez Mukti selaku ketua panitia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak. “Untuk seluruh teman-teman panitia Dies Natalis yang telah membantu kesuksesan acara ini, saya ucapkan terimakasih. Juga terimakasih untuk para alumni dan senior-senior. Semoga acara tahun depan bisa lebih meriah lagi dari tahun ini.”

Acara Dies Natalis HIMIKOM ditutup dengan menyanyikan lagu HIMIKOM-ku dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2010 diikuti oleh seluruh sorak-sorai Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang hadir pada malam hari ini.


Selamat ulang tahun yang ke-16 untuk Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Bengkulu. HIMIKOM jaya selalu.

Valentin Day

Perubahan sosial dan budaya yang setiap tahun di rayakan pada golongan tertentu ialah hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan Valentine Day. Hari kasih sayang yang jatuh pada setiap tanggal 14 februari ini merupakan  sebuah hari dimana para kekasih menyatakan cintanya atau menujukkan rasa sayangnya.  Perayaan yang dulunya hanya diselenggarakan oleh umat kristiani ini pun sekarang telah menyebar ke beberapa golongan termasuk umat islam. Lingkungan dan  teman saya pun pernah merayakan hari kasih sayang ini, menurut buku yang saya baca. Pada mulanya valentine berasal dari upacara keagamaan romawi kuno, dengan perkembangan zaman valentine day pun diasosiasikan dengan saling bertukar barang seperti coklat, boneka, bunga yang berbentuk hati dan identik pada warna pink.

Perubahan sosial dan budaya bagaikan virus yang begitu cepat menyebar dan dapat dilakukan oleh siapa saja, kebanyakan dari mereka ialah para remaja. Remaja pada perayaan valentine day banyak melakukan sesuatu hal yang lebih berdampak negative pada dirinya dan lingkungan  sekitarnya. Dapat kita lihat perubahan yang terjadi mereka akan  lebih konsumtif menjelang perayaan valentine day seperti membeli coklat, bunga, atau barang-barang tertentu pada orang yang dikasihinya. Pada dampak budaya, perayaan  valentine day bukanlah budaya yang berasal dari Indonesia, terutama umat islam. Kita ketahui bahwa Indonesia ialah negara dengan masyarakat muslim terbesar di dunia dan dalam ajaran agama islam tidak merayakan valentine day.

Kita lihat saja perbedaan pada masa romawi, sangat terkait erat dengan para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga perilaku seks bebas. Semua ini mengatas namakan hari kasih sayang, bahkan tidak sedikit orang tua yang membiarkan dan memaklumi anak mereka memiliki hubungan tanap ikatan dengan teman lawan jenis mereka.  


Disinilah baiknya kita sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna harus menggunakan akal pikiran untuk mengambil hal-hal yang baik dari setiap kejadian.  Sehingga kita menjadi makhluk yang lebih baik dan berakhlak mulia.

Love Yourself!

Yuk, Love Yourself!
Cause if you like the way you look that much, Oh baby you should go and love yourself. And if you think that I'm still holdin' on to somethin', You should go and love yourself lah kok jadi nyanyi lagunya si Justin Bieber sih?

Kita pasti sering ngerasa nggak pede atau nggak berani buat ngelakuin sesuatu. Ini nih salah satu faktor yang menyebabkan kita nggak mencintai diri kita sendiri.  Tapi tenang aja kok, karena nggak hanya kita pasti orang lain juga pernah ngerasain hal yang sama.

Mencintai diri sendiri tergantung dari cara kita menilai dan menghargai diri. Dengan mencintai diri, kita belajar menerima kelebihan dan kekurangan diri. Sikap kita ini mempengaruhi cara pandang terhadap kehidupan. Kalau kita nggak bisa mencintai diri, kita pasti bakal ngerasa nggak pede, susah mengendalikan emosi, susah mengambil keputusan, bahkan sampai susah buat bergaul. Nggak asyik banget kan?

Sebenarnya nggak salah kok kalau terkadang kita masih merasa kurang nyaman dengan diri sendiri. Apalagi di masa-masa remaja kita ini, masih banyak banget transisi yang harus kita lewatin. Yaaa mau nggak mau kita harus menerima segala perubahan itu. Contoh kecil aja nih, wajah kita muncul jerawat yang nggak diundang. Siapa sih yang nggak kesel melihat wajah yang mulus dan tiba-tiba jadi penuh jerawat? Makin mengesalkan ketika teman-teman di sekolah justru bisa tampil lebih cantik. Ini nih, yang bikin kita jadi makin nggak pede. Belum lagi, ketika kita punya minat dan hobi yang berbeda dengan teman-teman yang lain. Kita jadi malu untuk mengekspresikan diri, karena takut dianggap beda oleh teman-teman. Nggak heran deh, kita jadi susah untuk menerima diri sendiri.
Maka dari itu, untuk memulai mencintai diri sendiri, kita harus mengakui bahwa pada dasarnya setiap orang itu berbeda-beda. Mulai dari hal seperti hobi, minat, makanan kesukaan, bahkan tipe buat cari gebetan. Enggak masalah deh kalau minat kita beda sama yang lain, yang penting kita harus menggali potensi yang ada di dalam diri kita. Kalau kita pandai untuk menggali potensi yang kita punya, kita bisa menciptakan prestasi dengan potensi tersebut. Nah, dengan adanya prestasi, kita pasti bakal jadi lebih bangga dengan diri kita sendiri kan?

Belajar untuk mencintai diri sendiri bisa kita mulai dari hal-hal kecil kok, biar lebih mudah kita juga bisa menguraikan beberapa hal yang kita suka tentang diri kita. 6 poin di bawah ini pasti bisa buat kamu lebih mudah untuk mencintai diri kamu, yuk di baca!

1. Kenali diri kita

Ambil secarik kertas, lalu tulis sebanyak-banyaknya hal tentang diri kita. Bisa mulai dari makanan favorit, sampai tipe cowok kamu. Kalau bingung mau nulis apa, kita bisa kok minta saran dari sahabat atau saudara, mereka pasti bakal dengan gampang menjabarkan tentang kita.

2. Keep Positive
Teman punya body goals, nggak berarti cowok-cowok jadi hanya melirik dia dong? Kalau kita mau, kita juga bisa kok. Nggak perlu makeover habis-habisan, tapi dengan eksplor potensi kamu yang nggak kalah hebatnya. Misalnya nih, kita bisa mulai dengan bersikap ramah dan akrab dengan semua orang. Tapi bukan berarti juga pencitraan di depan orang-orang ya. Pasti teman-teman banyak yang betah sama kita, gitu juga dengan para cowok.

3. Hargai setiap prestasi
Sekecil apapun kerja keras kita, semuanya tetap pantas untuk di hargai. Misalnya aja nih, kita berhasil ngejar target nilai waktu ujian. Yuk traktir diri kita dengan membelikan satu eskrim rasa favorit atau makan sepuasnya. Dengan selalu menghargai apa yang kita lakukan, kita belajar untuk bangga dengan diri sendiri.

4. Curhat, curhat, curhat
Ketika kita lagi emosi, badmood, ataupun happy, ceritakan apa yang kita rasakan dengan cara lebih sehat. Sahabat, saudara, sampai orang tua pun adalah orang yang tepat untuk diajak curhat. Kita juga bisa menuangkan emosi dengan cara lain, misalnya dengan melakukan hobi yang kita suka.

5. Jangan terlalu mudah percaya dengan omongan orang lain
Saat ada teman yang bilang kalau kita sudah terlalu gendut, udah santai ajalah jangan diambil pusing. Tanggapi pendapat dari teman dengan nada bercanda. Jika kita sudah menanggapi dengan bercanda tapi tetep kebawa emosi, yuk balik lagi ke poin 4! Jangan mudah terpancing untuk mengubah diri kita hanya karena ingin diterima di lingkungan pergaulan. Yakinlah bahwa diri kita memang berbeda dari yang lain.

6. Aktif dalam segala kegiatan
Mumpung masih jiwa muda nih, lakukan apaun yang kita inginkan. Dengan begini, kita bisa menemukan kelebihan dan kekurangan diri kita. Nggak hanya itu, kita juga belajar untuk mengalami kekalahan. Sehingga ketika mengalami kesulitan, kita bakal terus bangkit dan mencoba lebih baik lagi. Tambah lagi deh, dengan semua kegiatan ini, dijamin kita pasti jadi makin cinta diri sendiri (tapi jangan sampai narcissism ya!)

7. Dress up (buat cewek atau cowok deh)
Waktu mood kita lagi kurang baik, coba deh untuk dress up atau berdandan. Ambil pakaian paling bagus yang kita punya. Lalu bercermin dan perhatiin deh, siapa sih sosok keren di pantulan cermin itu?

8. Jalan sendirian
Siapa bilang kalau sendirian itu membosankan. Sendirian itu totally quality me-time banget loh! Sesekali boleh nih, kita iseng-iseng ke mall, cuci mata, lihat-lihat baju, sampai mencicipi makanan enak sendirian di mall. Kesendirian justru membuat kita jadi lebih mengenal diri kita, dan kita jadi lebih berdamai dengan semua kekurangan diri.

9. Menulis
Suka menulis? Saatnya menuangkan apa yang kita rasakan dengan tulisan. Menulis membantu kita untuk membuat kepala dan pikiran kita jadi lebih dingin loh. Bahkan, dengan membaca tulisan sendiri merupakan cara terbaik untuk healing time dan mengenal diri kita.

10. Makan makanan favorit
Setiap orang pasti punya deh makanan yang bisa buat lebih happy. Iya kan? Misalnya ada yang kalo makan coklat atau eskrim bisa jadi lebih hype! Ambil deh makanan favorit kamu, dan nikmati sesuap demi sesuapnya. Rasa kecewa pasti jadi teralihkan dengan rasa lezat dari makanan favorit kita.

11. Kumpul dengan orang-orang tersayang
Yang namanya happy nggak selalu kita alami setiap saat. Kadang ada aja saat-saat kita mulai kesal dan nggak nerima diri kita sendiri. Nah, carilah orang-orang terdekat kita bisa orang tua, sahabat, atau saudara. Mereka adalah orang-orang yang selalu bisa nerima kita apa adanya, dijamin! Dan pastinya buat kita jadi lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki.


Temen-temen, tiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Sebelum mencintai orang lain, yuk mulai untuk cintai diri sendiri terlebih dahulu!

A little story from

It was a Suturday morning and I’m on my way to go to library. I’ve met my friend and take a little talking with her. She was surprised that knowing me go to visit library to borrow some book. She thought that it’s thing isn’t what the people usually do in the free time. In the other side, I felt surprised too and sad at the same time. Why is she have to feel that way?
That little ‘surprise’ just convince me about the fact that Indonesia is in the bottom of the ranks in terms of reading interest. This fact is also supported by another fact about journalist community in my student’s society where I join, that almost the member are not so interesting to reading book or even an article. I realized that this country is in urgent situation.

According to the data that released by Perpusnas RI, 90% the people of Indonesia choose to watching the tv than reading book. The reason why the people not so interesting to reading book because the difficult access to get the book, Indonesian people isn’t educate to delight in reading book and the coast of the book is expensive.

 


It’s might be the national problems. But as the generation of this nation, we as the young ones have to take the responsibility to solve this problem. I believe that there’s a lot of children who wants to read books, but they can’t get the way. Not to mention that there’s a lot of children, especially in this city, scattered on the street for selling the newspaper, or kemplang crackers, or even keresek  plastic bags.

If I chosen to joining to this program, after completing the program, I would like to start an action. The first thing that I want to do is to tell the people, both young and old, about this problem. Make them realize that we have to start caring our habbits, change it into the more productive activity. Then I want to do special care for the children who suffering on the street. I know that I can’t solve this problem by myself. The other important things to do is gathering the power, inspiration and great idea from the youth of Bengkulu to solve this problem together. I’m sure that if we can increase our ranks of reading interest, the following progress can be achieve.

I imagine that if I chosen, I can do more things. Because I know that I have a lot of limits. Not to disparage myself because of that limitations. I know that I’m not be always can bought their wares as usually, but I belive that being an ambassador I could be always find the way to caring them. I’d really love to do it. Someday, I hope that people would surprise when they’re find someone who not interesting for reading book.


Rabu, 04 Januari 2017

Bagiku, Cinta ...

"Jika nanti kita bertemu kembali, aku ingin melamarmu dan memintamu untuk menjadi istriku"
Itu adalah ucapan terakhir dia diwaktu terakhir kami bertemu. Aku menghantarkan ia pergi dengan isak hati yang menenggelamkan penglihatanku. Aku mencoba iklas ketika ia mengusap air mataku. Aku mencoba bersabar ketika ia memelukku sebelum beberapa langkah ia meninggalkanku.
Hari ini, sudah hampir 1tahun berlalu ucapan dan suasananya. Aku masih hanyut bersama keheningan disana, di bandara soekarno hatta. Rasanya saat itu aku enggan beranjak dan menunggunya pulang kembali tanpa menghitung hari.
Jika ditanya, aku merasa bahagia atau tidak sejak itu, aku merasa tidak yakin dengan jawabanku. Menimbang dengan suasa yg aku nantikan.
Aku tidak pernah mencoba untuk diam dalam suasana ini.
Aku tau dimana waktu aku harus mengingatkan "jangan lupa shalat masa depanku :')" - "kamu harus makan syg, disana baik-baik dan tepati janjimu"
Aku slalu mencoba mengirim bbm yang untuk deliv saja susah bagaimana mungkin huruf d dilayar berubah menjadi r?
Tapi dari sini aku mengambil titik kedewasaan "mengerti". "Oh, mungkin dia sdg sibuk"
Tak jarang, aku juga akan mengirim beberapa sms untuk menanyakan hal-hal tak penting kepadanya.
Tapi dari sini lagi aku mencoba mengambil titik kedewasaan "oh, mungkin ia blm bisa diganggu"
Itu aku.
Tapi ini, bagaimana? Dalam 1tahun itu saja yang bisa aku lakukan.
Pernah, saat itu aku baru terjaga. Mencoba mengecek kotak masuk dan sebuah sms masuk dengan sedikit kalimat tak berurai.
"Selamat pagi wanita yg akan kunikahi"
Sontak aku langsung membalas pesan itu dan menunggu. Tapi suasana tak berpihak. Aku tidak mendapatkan telfon, sms balik, atau kabar lagi. Iya, sampai saat ini.
Aku mencoba menahan nafsu amarah yg menggerutu difikiranku. Aku sendiri, tanpa ada yg mendengarkan amarahku.
Kepada siapa aku akan bercerita?
aku bukan tipe orang yg tak ingin berbagi dan menerima kata orang, tapi untuk sebuah kesedihan, rasanya tidak tega membagi ini kepada teman.
Fariza, teman sekelasku pernah menyampaikan bahwa "nis, kamu ga perlu mempersulit hati kamu. Skrg apa yg buat kamu pusing dan kyk org linglung begini? Bukannya kamu pernah bilang bahwa kamu percaya dengan dia yg akan menjadi masa depanmu? Kan kamu yg bilang, bahwa cinta butuh keyakinan yg kuat!"
Iya, memang benar. Cinta butuh keyakinan yg kuat. Skrg aku yakin, dan cinta. Tapi aku butuh sedikit waktunya, tidak harus untuk menanyakan kabarku. Cukup menyapa atau bila memang sibuk aku harap ia bisa mengirim sebuah teks kosong ke handphoneku.
Kini, aku hanya bisa mempercayai kepada tuhan yg maha tahu, dan ia..
Mengingat janjinya, aku percaya bahwa menunggu adalah nilai bagaimana besar cintaku kepadanya.
----
Ntah sudah berapa lama aku berdiri dalam keheningan ruang yg sepi dan cukup membuat aku tersudut.
Ditemani bayang, kadang mimpi ia datang.
Aku mampu berdoa untuknya, aku mencintainya, dan aku persembahkan waktuku untuk menunggu.
Waktu mungkin bisa berganti, tapi hati tak akan memilih. Tahun bisa habis dengan pergantian jam di tahun berikutnya, tapi dia tidak akan habis dilewati waktu.
Rasa yg aku miliki dari awal aku miliki adalah sama, sampai rasa dimana ketika ia menemui waktu untuk meninggalkanku.
4tahun berlalu ~
Hari itu aku bertemu dengan seorang teman lamaku, ia teman SMAku.
Gentry, ia sempat menanyakan dia kepadaku. "Aku menunggu gen"
"Menunggu? Maksud mu?" Tanyanya dengan muka penuh kebingungan.
"Aku menunggu ia kembali. Datang tanpa kabar dan pergi untuk bersamaku"
"Kau mungkin bisa sabar dengan rasa menunggumu. Tapi kau mgkn blm bisa sadar dengan bagaimana ia terhadapmu"
"Aku mencintainya gen"
Disana suasana hening, gentry mengeluarkan handphonenya, dan sebuah kertas yg dibentuk seperti cover buku.
"Dika!!!" Aku menangis tanpa perlahan. Aku merasakan bahwa aku lupa untuk bernafas.
"Tapi 3tahun yg lalu. Ia pernah mengirim pesan singkat kepadaku gen! Ia mengucapkan selamat pagi dan mengulang janjinya tempo itu"
Gentry tersenyum, ia mendekatiku. Ia berubah, seperti bukan gentry yg kulihat. Dari matanya ia menatap mataku dengan cara yg perlahan dan dalam.
"Anisa, kau adalah wanita yg jauh lebih baik dr yg ia pilih. Dan dika, adalah lelaki yg jauh lebih bodoh dari aku yg memilihmu. Janji bukan akhir dari semua, janji bukan sebuah takdir yg sudah pasti akan terjadi. Itu hanya rencana dan keinginan manusia. Saat itu. Kau tidak pernah tau bagaimana cara ia menjauh darimu"
"Ia tidak mengjauh gen. Ia hanya menjalankan tugasnya terlebih dahulu. Setelah semua selesai ia akan datang tanpa kabar dan kembali untuk bersamaku!"
"Kau percaya keajaiban?"
Aku menunduk dan mencoba menahan tangisan.
"Lebih ajaibkah bukan? Ia berjanji akan menikahimu ketika ia pulang. Lalu ia tak pernah mengirim pesan atau kabar kepadamu. Lalu kini? Ia meminta wanita lain untuk dipersuntingnya. Kau wanita yg indah. Yg tidak pantas untuk menangisi lelaki yg tak pernah perduli dengan air matamu. Salah jika ada orang lain selain ia mengagumimu? Yg menggantikan ia untuk membuatmu lebih nyaman?"
"Maksudmu?" Aku menatap wajah ghentry dengan penuh keheranan.
"Aku yg slama ini mencoba menjadi dia yg kau cinta dan kau tunggu. Meski tak pernah disadari aku menghargai bahwa kau blm bisa membuka hati dan fikiran terhadap org lain. Dalam jangka 5tahun aku menyimpan rasa terhadapmu"
Gentry memelukku dengan erat, mengusap kepalaku dan mencium keningku.
Dalam suasana itu aku tenggelam. Dan mendapatkan sebuah titik kedewasaan kembali.
*seharusnya selama ini tidak ada salahnya aku melihat disekitar. Untuk berbagi tidak pernah salah. Seharusnya aku bisa lebih memilih orang yg lebih dewasa dalam mencintaiku, bukan untuk mempermainkan perasaanku. Kita tidak pernah tau bahwa sebuah keajaiban yg Allah berikan itu baik atau tidak. Yg pasti hasilnya adalah resiko yg kita ambil. Jatuh cinta karena terbiasa lebih bisa memahami kita dibanding dalam sekejab dan diminta bersama tanpa alasan*
Nia Annisa

Penantian dibagian Halte

Subuh ini aku mulai menulis kembali. Berani menyita semua waktu tidurku untuk menceritakan kembali tentangmu disana. Aku, saat ini merasakan bahwa kehadiranmu sungguh ada dan duduk disampingku. Memberikan sedikit cibiran khas, menyipitkan mata, dan tertawa ntah kenapa. Tapi rasanya aneh jika bayangan ku itu harus bergelut dengan kenyataan bahwa kau, ada disana bersama wanita lain, duduk dan bercanda manis dengannya.
Membelai rambutnya hingga aku merasa bahwa aku sangat kesal, aku harus melihat ini dan menerimanya. Aku harus menahan sakit walaupun aku tidak dihiraukan. Sebagai penonton seharusnya aku mampu menangisi apa yang aku lihat. Karena kalian tidak akan perduli.

Begini atau bagaimanapun aku.

Rasanya hari tanpa membicarakanmu tak wajar. Rasanya tanpa bergelut dengan laptop setiap waktu tanpa memperbincangkanmu juga tak wajar. Kamu bukan sebagian dari hidupku lagi. Tapi kamu masih bagian dari hatiku. Apa kau ingat saat aku memilih untuk pergi meninggalkanmu di halte bus itu? Seharusnya hari itu duduk disampingmu. Melewati beberapa menit yang akan berlalu sebelum aku menginjakkan kaki dirumah dan memulai beberapa jam hingga malam tanpamu. Tapi aku juga tidak mampu untuk bersamamu berjam-jam di bus itu dengan wanita lain. Wanita yang lebih dari biasanya aku lihat. Dia bukan teman kita, mengapa kamu harus mengenalnya? Dan kenapa kamu harus mengenalinya padaku?

Setelah hari aku memulai untuk pulang sendiri itu aku sadar. Bahwa aku mencintaimu, aku cemburu. Tapi aku salah, kenapa aku harus menaruh hati padamu? Pada orang yang jelas-jelas juga tidak mencintaiku. Mungkin.

Dihari berikutnya, aku merasa enggan meninggalkan halte itu. Banyak cerita yang kita parut dan habiskan bersama. Walaupun dalam jangka yang pelan dan sebentar. Rasanya tidak tega kepada halte yang sudah baik mau memberikan aku tempat untuk mencintaimu, memperhatikanmu secara diam-diam dan sekarang malah ku tinggalkan begini saja? Aku tidak ingin menjadi orang yang berbeda setelah sesuatu berubah sepertimu. Sejak kau mengenalnya kau hanya akan berfikir bagaimana menghabiskan waktu untuk hanya sekedar melambaikan tangan pada wanita berkaca mata itu?

Kamu belum tau rasanya aku ketika kamu menanyakan, “aku harus pakai alasan apa lagi ya untuk menemui Kristin nanti?”.

Oh jadi nama wanita berkaca mata itu Kristin, baiklah sekarang aku hanya ingin menemui wanita itu dan menjabat tangannya. Memberikan ucapan terima kasih karena sudah menjadi media lain untuk zain merasakan kenyamanan.

Perasaan tak terbalaskan itu tidak ada gunanya. Bagi semua orang yang merasakan ini. Aku susah payah menunggumu hanya untuk pulang bergandengan, sedangkan kamu berlari mencari wanita itu. Lalu aku bisa apa? Halte itu kusam, tanpa aku dan kamu seperti biasa. Tanpa kita yang perduli dengannya. Membersihkannya dengan canda tawa yang meledak. Sengaja kita ledakkan.

Diantara kekecewaan yang aku rasakan ini, apakah kamu tak pernah ingin bertanya “hari apa yan paling membuatmu kesal dil? Apakah ada?” dari dulu aku menunggu pertanyaan itu.
Dan aku ingin menjawab dengan nada lantang dan tegas…

Ada! Apa kamu ingat saat pulang sekolah kamu menawarkanku untuk pulang bersama seperti biasa dan bilang bahwa “aku kangen loh waktu-waktu kita pulang bareng kayak dulu”.

Disana, mungkin karena cintaku ini terlalu lembut, sehingga mampu kamu mainkan dengan perbincangan anak-anak. Perbincangan laki-laki yang hanya ingin menyakiti dan memakai kata “kangen”. Aku juga merindukanmu, lalu aku bisa apa ketika kamu berbicara itu? Jelas aku menerima tawaranmu. Ternyata, bukan hanya tawaran itu yang kamu suguhkan, kamu juga bilang “hari ini aku mau ngajakin kamu makan dil. Maukan?”

Wanita mana yang ingin menyia-nyiakan rasa kebersamaan yang akhir-akhir ini hampir punah karena dengan adanya orang lain diantara mereka? Jelas saja aku menerimanya. Siang itu kamu juga membawaku untuk pergi kesebuah café pilihanmu. Aku mengikut saja, asal adanya kamu aku akan merasakan semuanya baik.

Tapi aku merasa ingin pergi dengan tangisan ketika aku melihat dimeja sana, dimeja yang tertera angka 11 itu ada wanita berkaca mata yang selama ini aku benci.

Kristin, kenapa wanita itu sudah pindah habitat kesini? Sengaja ingin mencemburui ku?

Tampaknya ia melambaikan tangan kepada zain, benar sudah kan apa yang aku bilang? Datang kesini hanya akan membuat akumati dalam kecemburuan hanyut dalam penyesalan.

“kita duduk di meja 11 zain?” kataku dengan menyembunyikan rasa kesalku.
“iya, kita makan bareng Kristin. Tadi dia minta aku ngajak kamu” jawabmu sambil tersenyum.

Dia minta aku ngajak kamu? Sebenarnya kehadiranku lebih tidak diinginkan oleh zain ternyata. Ia hanya terpaksa dengan alsan kasihan mungkin. Duduk disana, di meja 11. Berhadapan dengan Kristin, wanita berkaca mata berkulit putih dan sipit itu, iya memang berkesan wanita cina. Tapi aku tidak mungkin memakai alasan “aku kebelakang sebentar ya…” toh nantinya juga aku akan kembali dimeja itu.

Agak terjepit dengan rasa cemburu juga ketika kamu dan dia memilih menu secara bersamaan dan menu yang sama. Melihat itu selera makanku hilang, sudah kenyang dengan senyuman pahit mereka berdua. Memangnya jika aku marah semuanya akan berada pada posisi yang aku inginkan? Tidakkan? Lebih baik diam. Mungkin pilihan yang menyakitkan, tapi lebih baik begitu.

Kamu beranjak pergi ntah kemana, wanita berkaca mata itu mendekatiku. Ia sedikit tersenyum lalu menunduk. Kemudian menatap ku, “kamu cemburu?” katanya.

Ah tuhan, terbacakah semua yang aku lakukan ini? Terbacakah semua dari sorotan mata ini?

Perih. Aku bersikap cuek, mengenal wanita ini tidak pernah aku inginkan. Duduk makan siang bersamanya dan melihat ia menatapku dengan penuh keseriusan ini juga tak pernah kubayangkan.

Lagi, ia tersenyum melihatku.

Ia menggenggam tanganku penuh rasa sahabat.
“jangan cemburu hingga membenciku begitu. Aku tidak mencintainya dil…” semua berubah. Aku diam dia tertawa, aku mulai berfikir bahwa aku ingin membunuhnya jika ia berbohong. “jangan menatapku seperti ingin membunuh begitu, aku tidak mencintainya dil..” lanjutnya lembut.
“Selama ini kami dekat, kami ini adalah tetangga. Dan lebih dekatnya kami adalah sepupu jauh, kami baru beberapa kali bertemu dan sepertinya memang kami cocok.” Cocok? Sakit. “bukan cocok sebagaimana kamu dan zain, tapi kami memang cocok untuk sharing. Selama ini kami memang banyak bersama, itu karena sesuatu yang pantas kamu dapatkan. Jangan takut kehilangan dia” jelasnya.

Melihat itu, aku berani untuk menjelaskan…
“aku sudah lama menunggu zain, bukan sebentar tapi dalam waktu yang lama. Itungan tahun, dari SD juga aku menyukainya, tapi aku belum berani untuk menegaskan bahwa aku mencintainya. Seiring waktu, kami juga selalu dapat sekolah yang sama aku mulai berani untuk jujur terhadap hari-hari ku, bahwa aku hampa tanpa zain. Aku belum pernah ingin mengubur rasaku kepadanya hidup-hidup. Tapi rasa ini tidak pernah mati, tapi setelah melihat kalian aku ingin mematikan ini semua.” Rasanya tidak salah jika aku menangis dalam kepasrahan. Aku juga sudah jujur semuanya.

“aku juga sudah lama. Tapi hari ini aku ingin menghidupkan lagi semuanya dil” suara lelaki. Ini bukan Kristin yang berbicara. Suaranya dekat dan sangat dekat dengan telingaku, ia berbisik. “hari ini, ingat saja di meja nomor 11 tanggal 11. Aku ingin memberikanmu kado, mengganti ketidak hadiranku malam kemarin untuk menyiapkan hari ini.” Suaranya tegas berdiri dibelakangku.

Aku tidak berani untuk menengok kebelakang, aku belum sanggup menjadi orang yang sangat bodoh ketika tahu itu hanya bayangan saja. Tapi tunggu, aku belum pernah membayangkan ini. Lalu ia memegang pundakku mencubit bahuku dan membalikkan badanku. Sakit ..

“maf aku mencubitmu, aku hanya ingin membangunkanmu dan berbicara bahwa ini bukan bayangan ini aku zain yang juga sudah bertahun-tahun bersama mu dan bersama perasaan kita. Aku mencintaimu dil.”

Aku bisa apa ketika kau membalas perasaanku dengan begitu tegas?  Aku bisa menangis dalam kebodohan. Kecemburuan bukan berarti masalah untuk suatu hubungan yang aku inginkan. Tapi bagaimana caranya menunggu dan saling meyakinkan bahwa kita sama, kita satu dan akan datang waktunya untuk kembali menyempurnaan perasaan kita dengan suatu hubungan. Jangan berfikir bahwa kita menunggu itu sendiri, jika dia belum mampu membalas setidaknya kita menunggu berdua dengan perasaan murni ini untuknya. Dan ya mungkin seperti ini, tanpa kita sadari .. kita saling menunggu dalam kebisuan. Indah ….

Nia Annisa

Sebungkus Perasaan Untuk Sahabat Wanita

Tadi siang, disekolah aku memperhatikan seorang wanita berpipi chubby itu. Dia menari dihadapan banyak orang, dia kurang tersenyum dalam setiap langkah yang ia tap, tap, tap kan di lapangan. Ia juga lebih tampak cantik dengan polesan make up tipis di wajahnya. Aku merasakan sebuah kerinduan, juga cinta yang sudah lama aku miliki untuknya. Sahabat, wanita. Dulu aku tidak pernah terbayang bahwa aku akan dekat sekali dengan wanita ini. Lucu, kami sudah saling kenal lama. Tapi sayangnya, kami dekat dan benar-benar saling mengenal baru 2tahun ini.
Kami dekat sejak kami memilih tempat bimbel yang sama. Dari sana juga aku mencoba mengenalnya. Anaknya baik, manis. Namun seiring waktu, kami selesai pada jenjang menengah pertama ini. Namun, Aku memilih melanjutkan study kesebuah daerah dingin di Jawa Barat, kuningan. Sedangkan ia? Ia masih di kota raflesia ini.
Aku jadi ingat waktu kelulusan dan pengumuman hasil UN. Ia menangis sejadi-jadinya karena nilainya tidak memuaskan dan tidak mampu menembus SMA yang ia inginkan. Disana, didepan perpustakaan aku memeluknya, mencoba menenangkan dan memberi semangat untuknya. Tapi ia malah meronta-ronta dan bilang “kamu enak, kamu sudah mendapatkan SMA yang kamu mau, tapi aku? Aku bisa kemana dengan nilai ini?.” Aku masih membujuknya dan mencoba menenangkannya. Lalu setelah ia lebih merasa tenang, aku mengajaknya pulang dan pergi ke tempat bimbel kami. Ia menolak, aku melihat persis kekecewaan yang ia rasakan saat itu. Haha, ia akan lebih terlihat manis ketika menangis.
Setelah mempersiapkan semuanya, aku siap terbang menjadi anak rantauan saat itu. Namun 2hari sebelumnya aku sempat menghabiskan 1hari penuh dengannya, kami benar-benar lepas menikmati hari dan siap untuk melanjutkan langkah lagi. Yang membuat aku menjadi terharu setelah kami melewati seharian penuh itu. Ia pulang, dan aku pulang. Mungkin baru saja menaikkan badannya ke sebuah angkot itu sebuah pesan baru masuk ke handphoneku. Ia mengatakan…
“icha, makasi ya. Jujur dari tadi aku nahan nangis. Maaf nggak bisa nganterin kamu besok …..
Ia menghabiskan 1halaman full pesan. Ya tuhan, ternyata sahabat yang manis adalah sahabat yang mampu memperoleh air mataku.
Setelah 1bulan di asrama akhirnya kami mendapat jadwal liburan selama 3minggu. Pada perpulangan itu dia juga tidak bisa menjemputku di bandara. Tapi besoknya, dia langsung datang dan menemuiku dirumah. Jarak rumah kami tentu tidak dekat, ia harus menempuh waktu selama 1jam. Dan bayangkan harus memainkan gas motor selama itu sendiri.
Datang dan duduk dengan manis. Sebelum pulang, wanita itu memberikan sebuah bingkisan. “ini.” Katanya. “kado buat kamu.” Lanjutnya. Sebuah boneka emotion hug yellow.
3minggu bukan waktu yang lama kan?
Aku juga harus kembali pulang ke sekolah lagi. Siang itu dibandara dia datang. “ayo nak, masuk” ayah menyeru dari dekat pintu bandara. Wanita itu malah menggenggam tanganku, titik air mata sudah melambung dimatanya. Aku juga merasa terharu harus kembali pulang, sampai dengan paksa aku harus melepasnya dan melambaikan tangan. Beradu isak tangis serta rindu yang harus bertahan selama berbulan-bulan kedepan untuk sahabat ini.
Berbulan-bulan disana membuat aku semakin memikirkan orang tua, terutama bunda. Bunda pun begitu, dan ntah fikiran dan pembicaraan mengarah kepada pindah sekolah.
Habislah waktu 1semester disana. Bunda menanyakan “lalu, mau masuk mana kamu?” awalnya aku memilih untuk ke sebuah SMA Negeri yang 1kawasan dengan SMP ku dulu. Namun bunda dan ayah menolak. Kebetulan hari itu seorang wanita manis singgah kerumah. Awalnya bunda sudah menawarkan untuk pindah ke sebuah Madrasah, namun aku masih memikirkan semuanya dahulu. “kayaknya ica bakal 1sekolah sama kamu deh!” kata bunda kepada wanita itu. Dengan bersemangat ia menjawab “iya buk, iya. Beneran kan?”
Melihat sahabat yang menerima baik rencana itu aku semakin ingin menerima tawaran bunda pula. Setelah semuanya diurus, aku resmi menjadi seorang murid dan kembali 1sekolah dengan wanita itu. Ia memintaku untuk memilih 1kelas dengannya.
Hari itu aku merasa terlahir sebagai anak baru SMA lagi. Semua harus aku kenali lagi, harus mencicipi keberanian lain disana. Melihat kondisi. Minimal bisa berinteraksi dengan baik lagi. Namun bagaimana kondisi dengan wanita itu? Kami duduk dengan jarak yang dekat. Beberapa hari awal masuk aku masih dengannya. Namun setelah itu semuanya berbeda, merasa terhalang dengan kehadiran pihak segerombolannya yang jelas saja dari muka mereka sudah tidak menyukaiku. Terutama wanita bernama hana itu, dia duduk disamping sahabatku.
Di sebuah persahabatan ada juga yang namanya segitiga? Iya. Aku baru tau itu ketika aku tau bahwa hana tidak mau wanita itu dekat denganku. Mau bagaimana? Kami sudah dekat sejak lama. Lebih lama dari mereka dekat tapi lagaknya mematikan. Sampai yang membuat aku kecewa dengan wanita manis itu ketika ia mengirim sebuah pesan “maaf ca, kita harus menjauh sementara” itu artinya apa? Jelas artinya bahwa ia memilih menjauhiku dibanding harus dijauhi oleh hana. Biadap? Sangat.
Sampai aku memilih untuk pindah ke tempat yang lebih jauh dari mereka berdua. Dari sudut kelas diam-diam aku dan hana, kami saling menatap dengan keras. Memberikan tatapan tanpa persahabatan. Suasana kelas mulai beda, wanita manis itu sering sekali menangis. Dari dulu, dari awal kami bersahabatan aku juga tidak pernah tega untuk melihatnya menangis. Namun dikelas siang itu, aku harus menahan iba dan perhatian untuk menghanyutkan wanita manis itu kedalam pelukan. Anak kelas meminta kami saling menyelesaikan peradaban setan kecil-kecilan itu. Wanita itu semakin menangis menjadi-jadi. Aku pun terhanyut ketika menatap tajam tangisannya.
Setelah semua masalah selesai, kami menjadi kembali baik. Berbulan-bulan di kelas yang diberi julukan GPS2 itu membuat aku nyaman. Tapi sampai berbulan-bulan itu juga aku belum mengambil ekskul apapun. Berbeda dengan wanita itu, ia sekarang sangat sibuk dengan cita yang ia harapkan di ekskulnya. Kesibukan itu membuat aku dan ia juga kurang mencampur waktu bersama.
Kenyamanan membuat sebuah waktu menjadi lebih singkat, tidak terasa juga harus naik ke jenjang yang lebih serius. Dengan pembagian jurusan, memilih keinginan dan cita yang berbeda. Aku jadi ingat waktu hasil pembagian jurusan yang belum fix itu, namanya tertera pada list anak kelas IPS. Dikelas, wanita manis dan juga cengeng itu tersedu-sedu. Lagi, ia sangat manis ketika menangis. Sahabat yang membuat aku mampu mengagumi kemanisannya.
Setelah masuk pada kelas jurusan masing-masing, kami semakin sibuk untuk melanjutkan sekolah. Wanita itu juga tampak lebih nyaman dengan hari-harinya karena seorang lelaki bergigi tak rapih itu. Tapi, di selipan aku bahagia juga melihat kenyamanannya ada rasa takut. Ia lebih banyak waktu untuk keluar. Aku takut untuk menegurnya, tapi aku memilih menegurnya dengan mulai menjauhinya tanda aku tak suka dengan sikapnya. Berharap wanita itu mengerti, aku juga menolak setiap tawarannya untuk pergi bersama dengan mereka, juga pacarnya. Tapi dia malah menyimpulkan bahwa “kamu minderkan karna kamu jomblo?,” dikantin pagi itu aku menahan perasaan yang tak baik ini. Aku pulang lalu menangis, menceritakan ini kepada bunda bahwa aku sedih juga kecewa.
Aku juga merasa sangat berdosa ketika membuat ia menangis karena perkataanku yang terlalu kasar itu. Perdana, aku juga sangat merasa bersalah.
Banyak sebenarnya yang ingin aku sampaikan dengan wanita itu, tapi aku hanya mampu memandangnya lalu membicarakan semuanya sendiri, tanpa ia dengar, tanpa ia ketahui. Awal kekecewaan itu membuat aku merasa salah telah memilih ia menjadi sahabat yang manis, yang pantas aku tangisi saat berpisah. Namun setelah aku pelajari, ini lah persahabatan.
Aku tetap mencintai wanita manis, cengeng dan berpipi chubby ini sebagai seorang saudara yang membuat aku belajar untuk royal. Sedikit malu untuk menyampaikan bahwa aku merindukannya, aku hanya membicarakan kerinduan ini dengan teman yang menemaniku memandangnya di lapangan di siang yang panas tadi. Rindu itu disampaikan kepadanya dari temanku, dia tertawa kecil. Haha, lucu ya? Aku merindukan sahabat yang jelas saja 1sekolah denganku. Tapi inilah, kedekatan yang aku rindukan. Nony ayu kusuma. Haha :”)
Nia Annisa


Senin, 02 Januari 2017

Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) 2016




Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) yang diadakan oleh bidang PO (Pengembangan Oragnisasi) HIMIKOM. Acara pembukaan ini dihadiri oleh beberapa pengurus HIMIKOM peiode 2016, Ketua Umum HIMIKOM Periode 2016 Debi Febriansyah Ramadhan, serta panitia dan peserta PMO tahun 2016. Setelah Ketua Umum Himikom Debi Febriansyah Ramadhan memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Kegiatan PMO pada tahun ini sedikit mengalami perubahan, PMO tahun ini dilaksanakan dalam 2 hari yakni pada tanggal 12-13 November 2016 di R. 6 GKB 2 UNIB. Setelah pembukaan, acara selanjutnya adalah penyampaian Materi Kepemimpinan yang disampaiakan oleh Opi Lovizon, materi ini disampaikan mulai pukul 09.20-10.30 WIB setelah materi habis dilanjutkan dengan post test selama 10 menit. Post test yang diberikan juga merupakan salah satu penilaian untuk pemilihan putra putri serta peserta terbaik PMO tahun 2016. Materi kedua yaitu materi keuangan. Materi keuangan ini baru pertama kali diberikan dalam acara Pelatihan Manajeman Organisasi (PMO), yang bertujuan agar peserta mengetahui mengenai sistem keuangan yang ada di HIMIKOM dan bagaimana pengelolaan uang tersebut. Materi keuangan disampaikan oleh Bendahara Umum HIMIKOM Periode 2014 yaitu Diyah Pitaloka. Materi keuangan berlangsung pukul 12.30 sampai 13.00 WIB, setelah penyampaian materi peserta langsung diberikan post test  selama 10 menit. Setelah itu peserta melakukan ISHOMA. Setelah itu acara kembali dilanjutkan dengan penyampaian materi surat menyurat oleh mantan Sekretaris Umum HIMIKOM yaitu Siska Oktalia Hasta. Materi surat menyurat ini berlangsung pada pukul 13.00-14.30 WIB dan dilanjutkan dengan post test. Dan acara Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) hari pertama selesai pada pukul 15.00 WIB

Pelatihan Managemen Organisasi hari kedua dimulai dengan recheking peserta dan selanjutnya pemberian materi manajemen konflik oleh Aldi Winata. Setelah pemberian materi, peserta dan pemateri melakukan sesi tanya jawab selama kurang lebih 10 menit. Pemberian materi manajemen konflik ini berlangsung dari pukul 08.30-10.30 WIB. Selanjutnya pada pukul 10.40-12.10 WIB adalah pemberian materi oleh Antonius Maras, yakni materi mengenai analisis swot. Setelah pemberian materi dilanjutkan dengan games sekaligus post test. Setelah itu pada pukul 12.20-13.00 WIB acara selanjutnya adalah ISHOMA. Setelah itu peserta diberikan materi tentang teknik sidang oleh Meigi Dio Spingte, yakni pada pukul 13.00-14.00 WIB setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sekaligus menjadi penilaian untuk pemilihan putra putri PMO 2016. Setelah sesi tanya jawab, acara selanjutnya adalah praktek sidang yang berlangsung dari pukul 14.10-16.30 WIB. Para peserta sangat antusias saat melakukan praktek sidang yang diarahkan oleh pemateri setelah praktek sidang dilakukan acara pun berakhir dan dilanjutkan dengan acara penutupan serta pemilihan putra putri serta peserta tebaik PMO 2016, terpilih sebagai putra PMO 2016 Hans Muhammad Roja serta Nadya Sukmawati Dewi sebagai Putri PMO 2016 dan Hizkia Edward Sumule sebagai peserta terbaik dalam acara PMO tahun 2016. Setelah acara ditutup secara resmi oleh Ketua Umum HIMIKOM Periode 2016, Debi Febriansyah Ramadhan. Sebelum pulang kerumah para peserta, panitia, pengurus HIMIKOM berfoto bersama setelah itu para peserta pun diperkenankan untuk pulang kerumah masing-masing.





Badan Periklanan HIMIKOM UNIB